Mengenal Rheiformes: Diet dan Keunikan “Burung Unta” dari Amerika Selatan
Rheiformes adalah ordo burung besar yang tidak dapat terbang dan merupakan penghuni asli daratan Amerika Selatan. Burung yang lebih dikenal dengan nama Rhea atau ñandú ini sering kali dianggap sebagai “kembaran” burung unta karena penampilan fisiknya yang serupa, meskipun ukurannya lebih kecil.
Salah satu aspek menarik dari ordo ini adalah pola makannya yang sangat beragam. Memahami apa yang dikonsumsi oleh Rheiformes memberikan gambaran tentang bagaimana mereka beradaptasi di habitat aslinya yang meliputi padang rumput, sabana, hingga wilayah kering.
Apa Saja Makanan Burung Rheiformes?
Secara biologis, burung dalam ordo Rheiformes diklasifikasikan sebagai omnivora. Meskipun mereka memiliki preferensi tertentu, sistem pencernaan mereka mampu mengolah berbagai jenis sumber energi, baik dari tumbuhan maupun hewan kecil.
Diet Berbasis Tumbuhan (Herbivora)
Komponen utama dari diet Rhea adalah materi nabati. Mereka sangat menyukai:
-
- Tumbuhan berdaun lebar: Ini adalah pilihan utama mereka, termasuk semanggi (clover) dan berbagai jenis gulma.
-
- Buah, Biji, dan Akar: Rhea sering terlihat memakan buah-buahan liar, biji-bijian, serta menggali akar tumbuhan untuk mendapatkan nutrisi tambahan.
-
- Vegetasi Tangguh: Di wilayah yang lebih kering, mereka mampu mengonsumsi tanaman perdu dan vegetasi yang lebih keras.
Sumber Protein Hewani (Karnivora Kecil)
Sebagai omnivora oportunistik, Rhea tidak ragu untuk memangsa hewan kecil yang mereka temui saat mencari makan:
-
- Serangga: Belalang, kumbang, dan berbagai jenis invertebrata lainnya merupakan sumber protein penting, terutama bagi anak burung yang sedang tumbuh.
-
- Vertebrata Kecil: Di alam liar, mereka tercatat memangsa kadal, ular kecil, katak, hewan pengerat, hingga burung-burung kecil.
-
- Bangkai dan Ikan: Dalam beberapa kondisi, mereka juga diketahui mengonsumsi bangkai hewan atau ikan mati yang terdampar.
Keunikan Cara Makan dan Pencernaan
Rhea memiliki metode yang unik untuk membantu proses pencernaan mereka. Mirip dengan beberapa jenis unggas lainnya, mereka sering menelan batu-batu kecil atau kerikil. Batu-batu ini berfungsi sebagai “penggiling” di dalam tembolok untuk membantu menghancurkan serat tumbuhan yang keras dan biji-bijian yang sulit dicerna.
Selain itu, Rheiformes dikenal sebagai pencari makan yang aktif. Mereka terus bergerak (konstan) saat merumput dan sering kali terlihat mencari makan bersama kawanan hewan lain seperti rusa atau ternak. Interaksi ini menguntungkan karena gerakan hewan besar sering kali memicu serangga keluar dari persembunyiannya, memudahkan Rhea untuk memangsa mereka.
Bagi para peternak atau pengelola konservasi pada tahun 2025, pemberian pakan untuk Rhea memerlukan keseimbangan https://www.rmstreeteranimalnutrition.com/ protein yang tinggi di masa awal pertumbuhan, yang kemudian secara bertahap digantikan dengan diet tinggi serat seiring bertambahnya usia.